STATE THE
DEVIL
Created ELLIAN GADMAN (L)
Negara yang katanya sudah merdeka,
Negara yang
katanya sudah mempunyai.Pedoman sebagai pegangan rakyatnya.
Ironisnya
semuanya hanya dalam ucapan dan hanya dalam catatan di atas kertas,yang akan
tenggelam dalam sebuah sejarah tanpa arti sesungguhnya.
Perjuangan para pahlawan yang telah
gugur,
Hanya
sekedar dongeng yang di ceritakan di kelas dan membuat ngantuk para
pendengarnya,yah seperti para penguasa dalam rapat.
Para penguasa state of the devil hanya
berpikir untuk diri sendiri
tanpa memikirkan rakyatnya,sex and money only any in head. Menggelapkan
uang dan seks.
‘’WHAT THE FUCK YOUR ASSHOLE’’
‘’SHIT THIS STATE’’
FUCK FUCK
FUCK
The last name,L
change the world
OSAKA
Osaka kota yang dipenuhi sepeda dan pejalan kaki
Sepeda memang pernah
popular pada masa ayah dan ibu saya masih muda. Seiring pertumbuhan ekonomi
nasional, masyarakat kita telah mulai mengenal sepeda motor sebagai alat
transportasi pilihan lainnya. Maka secara perlahan namun pasti sepeda motor
telah menjadi alat transportasi yang paling popular di negara kita ini.
Lihat saja saat ini toko
yang menjual perlengkapan sepeda jumlahnya kian berkurang. omset
penjualannya pun menurun dibandingkan sepuluh atau dua puluh tahun lalu.
Demikian juga keberadaan bengkel perawatan sepeda, sebagai ilustrasi ketika ban
sepeda anak saya kempes, repot sekali istri saya mencari tempat servis
‘penambalan’ ban sepeda anak saya itu.
Daya jelajah sepeda
memang tidaklah terlalu jauh. Sepeda digunakan oleh para pekerja setelah turun
dari stasiun kereta, bis atau kereta bawah tanah. Kemudian dari stasiun yang
ada di tengah kota mereka titipkan sepedanya di sana. Lalu saat mereka ingin
bekerja, sepeda itu baru kembali mereka gunakan.
Selain pilihan
bersepeda, gaya hidup lain dari masyarakat Jepang adalah terbiasa rinci dalam
menghitung segala kemungkinan yang akan terjadi ketika menyusun rencana untuk
bepergian
Tempat yang nyaman bagi orang yang bersepeda dan pejalan kaki
Masyarakat Jepang pun
tidak menyukai cara hidup yang santai termasuk ketika berjalan. Jalan
mereka sangat cepat. Banyak seorang lelaki mengenakan jas dan dasi, atau
perempuan dengan sepatu berhak tinggi harus berlari di stasiun kereta bawah
tanah.untuk mengejar jadwal kereta agar dia tidak terlambat. Untuk
mengefektifkan waktu di perjalanan, tak jarang terlihat mereka (laki-laki atau
perempuan) menyantap makan siang atau malam (biasanya roti) di atas kereta
bawah tanah yang sedang melaju.
Hal lain yang sangat
jarang di temui di Jepang adalah ‘ngerumpi atau ngobrol ngalor-ngidul di atas
angkutan umum. Jadi ada kemungkinan begitu memasuki kereta bawah tanah atau
bis, bisa saja mereka – pekerja bahkan pelajar Jepang sudah menganggap
berada pada area kerja atau tempat belajar, namun sungguh ini hanya sebuah
analisis yang bersifat prematur dari saya saja. Tapi sungguh, mereka tidak suka
ngerumpi. Lantas bagaimana dengan masyarakat Osaka yang saya lihat gemar
berjalan kaki atau bersepeda?
• Kemungkinan pertama jalur jalan untuk orang bersepeda atau bagi pejalan kaki telah dibuat khusus, berupa pendistrian jalan yang dibuat lebar, nyaman dan nyaman.
• Kemungkinan kedua, karena setelah selesai bersepeda mereka langsung dapat bertemu dengan angkutan umum yang juga nyaman serta efektif dalam pencapaian ke tempat kerja mereka di tengah kota atau di pinggiran kota.
• Kemungkinan ketiga masyarakat Osaka telah benar-benar memahami serta menerapkan dengan serius gaya hidup yang bersahabat dengan lingkungan. Kemungkinan keempat, sebagian besar masyarakat Osaka telah benar-benar memahami konsep bersepeda serta berjalan kaki sangat baik bagi kesehatan dan kebugaran.
• Kemungkinan pertama jalur jalan untuk orang bersepeda atau bagi pejalan kaki telah dibuat khusus, berupa pendistrian jalan yang dibuat lebar, nyaman dan nyaman.
• Kemungkinan kedua, karena setelah selesai bersepeda mereka langsung dapat bertemu dengan angkutan umum yang juga nyaman serta efektif dalam pencapaian ke tempat kerja mereka di tengah kota atau di pinggiran kota.
• Kemungkinan ketiga masyarakat Osaka telah benar-benar memahami serta menerapkan dengan serius gaya hidup yang bersahabat dengan lingkungan. Kemungkinan keempat, sebagian besar masyarakat Osaka telah benar-benar memahami konsep bersepeda serta berjalan kaki sangat baik bagi kesehatan dan kebugaran.
Jika kita berjalan di
Osaka maka akan sering
bertemu dengan orang-orang tua yang masih
terlihat segar dan bugar. Mereka berjalan dengan sangat cepat atau
mengayuh sepeda dengan mimik yang jauh dari rasa lelah. Bisa jadi hal ini
adalah efek dari gaya hidup yang saya ungkapkan tadi di atas.
Di Osaka orang-orang tua terlihat sangat
mandiri, berjalan, bersepeda, di stasiun kereta, di stasiun bis, di stasiun sub
way atau di taman-taman kota, mereka masih terlihat sigap berjalan,
berurusan atau pun hanya melihat-lihat taman saja. Tentunya ini adalah gambaran
bahwa usia harapan hidup masyarakat jepang tergolong tinggi. Index usia harapan
hidup sesungguhnya berkaitan dengan gambaran dari tingkat
kesejahteraan masyarakat di suatu tempat. Akan tetapi perlu pula
diketahui mereka mencapai hal tersebut tidak melalui gaya hidup yang
berleha-leha, atau ber suka-suka semata. Masyarakat Jepang meraih semua itu
dengan semangat hidup dan gerak atau implementasi yang luar biasa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar